Lhokseumawe, Minggu, 31 Mei 2026
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Lhokseumawe terus memperkuat upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim melalui pembentukan Kampung Program Kampung Iklim (Proklim). Sebagai tindak lanjut dari rencana tersebut, DLH menggelar musyawarah bersama tokoh masyarakat dan pegiat lingkungan.
Musyawarah yang berlangsung dalam suasana penuh semangat kolaborasi tersebut dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Lhokseumawe, Zulfikar Syarif. Turut hadir tokoh masyarakat Gampong Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua, Ramli, tokoh masyarakat Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Agus, Ketua Kader Lingkungan dari Environment Leadership Champion Class (ELCC), Khatami, serta Kepala Inspektorat Kota Lhokseumawe, Husnul Fikar.
Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai langkah strategis untuk mempercepat pembentukan dan penguatan Kampung Proklim di Kota Lhokseumawe. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Plt. Kadis DLH Kota Lhokseumawe, Zulfikar Syarif, menyampaikan bahwa pada tahun 2026 DLH menargetkan tiga gampong menjadi Kampung Iklim (Proklim), yaitu Gampong Blang Poroh Kecamatan Muara Dua, Gampong Ujong Blang Kecamatan Banda Sakti, dan Gampong Blang Naleung Mameh Kecamatan Muara Satu.
“Keberhasilan Program Kampung Iklim tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif masyarakat. Karena itu, musyawarah ini menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi dan membangun komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang lebih tangguh dan berkelanjutan,” ujar Zulfikar.
Ketua Kader Lingkungan ELCC, Khatami, menyatakan kesiapan untuk mendukung kegiatan ini dalam berbagai kegiatan lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, konservasi sumber daya alam, hingga edukasi perubahan iklim.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Kota Lhokseumawe, Husnul Fikar, mengapresiasi inisiatif DLH dalam memperluas cakupan Program Kampung Iklim. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.
Melalui pembentukan tiga Kampung Proklim tersebut, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperkuat upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat gampong. Program ini juga diharapkan menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain dalam mewujudkan kota yang hijau, bersih, dan berkelanjutan.
